Bersyukurlah Selalu

By Pasraman Dharmasastra Manikgeni

istan bhogan hi vo deva — disyante yajna bhavitah — tair dattan apradayaibho — yo bhunkte stena eva sah

“Karena yadnya (pengorbanan) yang telah kau persembahkan, para Dewa telah memberkahimu. Namun, begitu kamu menerima banyak berkah, tetapi tidak lagi mempersembahkan yadnya (pengorbanan) maka kamu adalah pencuri.”
(Terjemahan bebas dari Bagawad Gita III.12).

INTI ajaran ini adalah mari bersyukur selalu terhadap apapun yang telah dianugrahkan Tuhan, Hyang Widhi. Bersyukur dan sujud lewat hati yang paling dalam adalah persembahan yang utama. Banyak orang yang tak bisa bersyukur. Mereka diberi kesehatan, tetapi tidak bersyukur. Mereka diberi kekayaan, juga tidak bersyukur. Malah mereka mabuk dengan kekayaan itu, pamer ke banyak orang. Punya mobil baru pamer, punya pakaian dan perhiasan mahal pamer. Padahal kekayaan itu belum tentu didapat dengan cara-cara yang satwika, cara-cara di jalan yang benar. Boleh jadi karena hasil korupsi, mamanfaatkan jabatannya.

Kelihatannya memang tidak ada “hukuman” dari Tuhan Yang Maha Agung, tetapi sebenarnya itu hanyalah soal waktu. Kehidupan, seperti yang sering dikatakan para leluhur kita lewat tembang, ibarat roda pedati. Sekarang berada di atas, lain kali berada di bawah. Sekarang bisa bermewah-mewah, hidup dengan limpahan harta, apa pun keinginan bisa dipenuhi, lain kali semuanya bisa terpuruk. Diperiksa berjam-jam oleh Jaksa karena terlibat korupsi. Masuk penjara dan kalau itu yang terjadi, maka tak ada lagi nama baik yang tersisa.
Bersyukurlah selalu dengan apa yang sudah diperoleh. Jika bisa membeli mobil, bersyukurlah dan jangan pamer karena banyak orang hanya bisa membeli motor. Bersyukur jugalah jika hanya bisa membeli motor, jangan punya keinginan yang tak terjangkau untuk punya mobil, karena banyak orang hanya bisa membeli sepeda. Namun hanya punya sepeda pun wajib bersyukur karena banyak orang hanya bisa berjalan kaki ke mana-mana. Dan tetaplah bersyukur kepada Hyang Widhi karena bisa jalan kaki. Ada orang yang tidak punya kaki lagi karena kecelakaan atau sakit lumpuh dan sebagainya. Bagi mereka yang tak punya kaki atau kakinya tak berfungsi, itu adalah ujian dan cobaan. Mari syukuri hidup ini karena kita lahir sebagai manusia, makluk utama ciptaan Tuhan, bukan lahir sebagai hewan. Kitab Sarasamusccaya menyebutkan, berbahagialah dilahirkan sebagai manusia, makluk mulia ciptaan Tuhan, lewat kehidupan ini mari perbaiki karma untuk kehidupan yang lebih baik, kelak.

Sloka di atas juga menyebutkan, jika berkah sudah banyak diterima tetapi tidak lagi mempersembahkan yadnya maka itu adalah mencuri. Yadnya tak hanya ritual, tetapi juga menolong sesama, menolong orang miskin, menolong orang sakit, menolong anak pintar tapi tak mampu sekolah. Untuk apa kita menyelenggarakan ritual dengan biaya mahal, membuat banten besar, kalau tetangga kita di mana kita bermukim masih banyak yang miskin? Lebih baik kita menyumbang untuk mengentaskan kemiskinan itu, menyumbang ke panti asuhan. Saat ini banyak anak-anak orang Hindu yang justru ditampung di panti asuhan milik agama lain. Kita harus malu karena seharusnya itu kewajiban kita.
Mari kita memberi dana punia sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Yang Maha Pencipta, tanpa mengharapkan balasan apa pun, karena kelak balasan yang kita terima jauh lebih besar untuk memperbaiki kehidupan kita di dunia sana. Karma baik akan membawa kita kepada keabadian, sementara kekayaan materi tak ada yang bisa kita bawa dalam kematian. Jadilah orang yang penuh syukur.

1 Comment

  1. 2 June 2015 at 6:35 AM

    Nice post. I was checking constantly this weblog and I'm impressed! Extremely helpful info specially the closing section : ) I take care of such information much. I used to be looking for this particular information for a long time. Thanks and good luck.

    Reply »

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

fourteen − 1 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>