Etika Ekonomi Dalam Parasara Dharmasastra

Oleh: I Gde Agus Darma Putra
Dharmasastra adalah bagian dari Sad Vedanga yang memiliki peranan tersendiri dalam kehidupan manusia. Sad Vedangga sesungguhnya terdiri dari Siksa, Vyakarana, Nirukta, Chanda, Jyotisa, dan Kalpa. Masing-masing Sad Vedangga itu memiliki fungsinya tersendiri yaitu: (1) Siksa berisi ajaran cara pengucapan dan intonasi pembacaan mantra yang tepat; (2) Vyakarana berisi tentang tata bahasa; (3) Nirukta berisi tentang pengetahuan arti kata dalam Veda; (4) Chanda berisi tentang aturan tentang lagu dan guru lagu (irama); (5) Jyotisa berisi tentang pengetahuan astronomis; dan (6) Kalpa berisi tentang pedoman untuk kehidupan sehari-hari.

Dharmasastra termasuk dalam golongan kitab Kalpa,karena sesungguhnya bagian kitab Kalpa yakni Dharmasutra merupakan dasar penulisanDharmasastra. Setiap Dharmasastra sesungguhnya memiliki peranan dan mengikuti sifat yuga. Seperti yang tertuang dalam kitab Parasara Dharmasastra 1.22: anyekrtayuge dharmastretayam dvapare pare, anye kaliyuge nrnam yuga rupa nusaratah; yang berbeda adalah aturan tentang sraddha dan lain-lain dalam masa-masa Satya, Treta, Dvapara dan Kali, yang berturut-turut sesuai dengan keperluan dari masing masing yuga tersebut. Selanjutnya dalam sloka 1.24 termaktub sebagai berikut krte tu manavo dharmas tretayam gautamah smrtah, dvapare sankha likhitau parasarah smrtah; hukum-hukum dari Manu diberlakukan pada zaman Satya, hukum dari Gautama pada zaman Treta, hukum Sarikha dan Likhita pada masa Dvapara, dan hukum Parasara pada zaman Kaliyuga. Hal itu berarti pada masa kini, yakni masa Kali perlu meninjau Parasara Dharmasastra sebagai pedoman kehidupan.

Sebagai sebuah Dharmasastra, tentunya Parasara Dharmasastra yang diperuntukkan pada zaman Kali, menyimpan pengetahuan aturan tentang hal-hal yang patut dilaksanakan, termasuk di dalamnya adalah mengenai peningkatan perekonomian serta aturan-aturan yang mengatur perekonomian itu sendiri. Inti ajaran Parasara Dharmasastra memang bukan tentang peningkatan perekonornian, namun sebagai sebuah kitab, yang perlu dilihat berdasarkan kacamata hermeneutika tentu terdapat wija-wija kasaur yang perlu mendapatkan perhatian dan pencermatan.  Kehidupan manusia memiliki tingkatan-tingkatan yang patut dijalani sebagai sebuah svadharma. Svadharma itu erat hubungannya dengan CaturAsrama yang terdiri dari: (1) Brahmacari Asrama yakni masa mencari ilmu pengetahuan; (2) Grhasta Asrama yaitu masa membangun rumah tangga; (3) Wanaprasta Asrama ialah masa mencari keheningan; (4) Bhiksuka Asrama merupakan masa sanyasin.

Masa Grhasta Asrama sebagai jenjang berumah tangga tentu memerlukan kuantitas perekonomian yang mapan untuk mendapatkan kualitas pernikahan yang baik. Memang sesungguhnya, keberadaan materi atau artha itu dalam kehidupan manusia adalah penting meskipun bukanlah yang terpenting. Akan tetapi tetap saja, memiliki harta merupakan hal yang wajib dalam kehidupan berumah tangga. Perlu diketahui pula, bahwa harta dalam kaitannya dengan ekonomi memegang peranan yang begitu penting dalam ranah kehidupan manusia. Ekonomi adalah salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Selain itu, perlu diperhatikan juga kaitan ekonomi dengan grhasta asrama atas dasar etimologis kata ekonomi itu sendiri yang berasal dari kata ofkos yang berarti keluarga atau rumah tangga, dan nomos yang berarti peraturan atau hukum. Artinya ilmu ekonomi itu berkaitan secara langsung dengan manajemen pengelolaan rumah tangga.

Perekonomian rumah tangga juga mengikuti kaidah-kaidah ekonomi secara universal, seperti adanya tindakan ekonomi, motif ekonomi dan prinsip ekonomi. Tindakan ekonomi ialah usaha yang dilakukan manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. Motif ekonomi adalah alasan yang melatar belakangi sehingga seseorang melakukan tindakan ekonomi, dan di dalam motif ekonomi ini pun terdapat motif untuk memperoleh keuntungan. Prinsip ekonomi juga demikian, yakni sebagai pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang di dalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi tersebut secara singkat dapat dikatakan bahwa dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin. Pada dasarnya, ide awalnya tetaplah untuk meraih keuntungan.

Berbicara tentang asas ekonomi maka segala sesuatu yang diberikan hendaknyalah membawa keuntungan, dalam perspektif Hindu keuntungan itu tetap atas dasar dharma. Parasara Dharmasastra 1.28 menyebutkan abhigamya krte danam tretasvahuya diyate, dvapare yacamanaya sevaya diyate kalau; pada zaman Satya, pemberi hadiah mencari penerima, pada zaman Treta, pemberi mengundang penerima ke rumahnya dan menyuruhnya pergi bersama hadiah itu, pada zaman Dvapara pemberian diberikan kepada yang meminta, sedangkan pada zaman Kali, hadiah diberikan sebagai ganti pelayanan. Pada zaman Kali segala pemberian menginginkan balasan, yang artinya segala sesuatunya diharapkan menghasilkan hal-hal tertentu dan menjadi harapan seorang pemberi. Tentu harapan sekecil apapun atas pemberian (pengorbanan) dapat dikatakan sebagai implementasi dari prinsip ekonomi. Seyogyanya hal itu tidaklah salah jika dipandang berdasarkan kaca mata asas ekonomi, akan tetapi juga tidak menghilangkan nilai religi yang terintegrasi dalam pernyataan tersebut.

Dharma pada setiap zaman selalu berubah, begitu pula dalam berbisnis selalu berubah tala caranya namun tetap mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Dalam berbisnis, terutama dalam konteks Hindu atau lebih mengkhusus lagi dalam kitab Parasara Dharmasastra telah diatur bahwa seseorang yang berdagang (berbisnis) merupakan profesi dari golongan vaisya. Adapun kutipan yang menunjukkan hal itu ialah sloka I.61 loha karma tatha ratnam gavanca prati palanam, vanijyam krsi karmani vaisya vrttir udahrta; berdagang permata dan logam, memelihara ternak, berniaga dan berusaha, kesemuanya itu termasuk profesi dari seorang vaisya. Berdasarkan sloka tersebut, diketahui berbagai macam usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama oleh seorang pedagang dan pengusaha yang dalam hal ini disebut dengan golongan vaisya. Berdagang permata seperti bebatuan yang bernilai ekonomis semisal intan, secara jelas dapat dikatakan dianjurkan dalam Hindu. Begitu pula berdagang logam, di antaranya ialah emas yang memang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain berdagang, berusaha dengan memelihara binatang ternak pun dianjurkan untuk dilakukan. Dalam ilmu ekonomi pekerjaan untuk meningkatkan nilai ekonomi dengan cara yang demikian termasuk ke dalam kelompok sektorprimer yakni sektor-sektor yang memanfaatkan secara langsung sumber daya alam, termasuk di dalamnya adalah pertanian, perhutanan, perikanan dan pertambangan.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa golongan vaisya memiliki fungsinya tersendiri dalam tataran masyarakat, dan itu menjadi sebuah etik yang hendaknya dipandang perlu untuk diperhatikan. Etika sebagaimana yang dijelaskan oleh Ida Bagus Mantra dalam bukunya Tata Susila Hindu Dharma, adalah peraturan tingkah laku yang baik dan mulia yang harus dijalani dan menjadi pedoman hidup bagi manusia. Jadi setidaknya jika menyitir sloka Parasara Dharmasastra I.61 di atas, maka dapat diketahui bahwa memang etika seorang vaisya adalah berdagang (berbisnis). Ketika seseorang melakukan transaksi dalam wujud materi maka ia adalah seorang vaisya dalam konteks fungsinya di masyarakat, dan bukan keturunan. Ekonomi dan prinsip-prinsip yang menyertainya memiliki tendensi untuk dipandang sebagai paham egositis yang mementingkan keuntungan pribadi. Namun sesungguhnya tidaklah demikian, di dalam Hindu terutama dalam hal ini adalah Parasara Dharmasastra telah disinggung bahwa terdapat ilmu ekonomi yang dipegang oleh sebuah golongan keprofesian yang dinamakan vaisya. Sekali lagi, Hindu sesungguhnya telah mengajarkan banyak hal, termasuk peningkatan kualitas perekonomian.

2 Comments

  1. 24 June 2015 at 4:23 PM

    I am genuinely thankful to the owner of this website who has shared this wonderful post at this place.

    Reply »
  2. 21 August 2015 at 6:20 PM

    Hello everyone, it's my first pay a visit at this site, and paragraph is in fact fruitful for me, keep up posting these types of articles or reviews.

    Reply »

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

14 − one =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>