Arjuna dan Pemujaan Dewi Laksmi

Sebuah postulat dalam hidup yang tergambar penuh syahdu, bahwa beramal dan bermurah hati akibat diperolhnya kekayaan dalam hidup ini atau kehidupan yang akan datang. Dari sana terbesit bahwa harta tidak membuat orang menjadi kaya, melainkan menambah kesibukan. Kesibukan untuk beramal. Itu sebabnya, bahwa ada waktunya dimana seorang akan membedakan pikiran tentang kekayaan.

Oleh karenanya, berdiri dalam kekayaan yang dimiliki atas tubuh ini (kurukstera) untuk melakukan (dharma ksetra) adalah hal yang sangat berarti. Menusia tidak dapat mengingkasi kesan bahwa manusia umumnya menggunakan dasar yang keliru. Mereka mencari kekuatan, sukses dan kaya untuk diri mereka sendiri, memuju diri mereka di hadapan orang lain, dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup. Kesehatanlah yang menjadi kekayaan sesungguhnya dan buka emas atau perak.

Dalam pagi yang indah itu, di tempat pembuangan Arjuna berdoa kepada Dewi Laksmi, sebagai sumber kekayaan semesta. Dalam keyakinan Arjuan, Dewi Laksmi adalah sumber kekayaan alam semesta, sakti dari Dewa Wisnu. Di pagi hari itu di dalam benaknya Arjunamemuja dewi kekayaan sebagai pusat doanya pagi. “Cahaya surya pagi demikian indah dan memukau, seperti rona wajahmu yang selalu hadir dalam mimpi, damai, dan membuat seribu kebahagiaan yang tiada tara”. Dalam keheningan pagi dia berdoan semoga sang dewi bisa mendengarkannya.

Namun ini tidak berarti bahwa engkau harus mengabaikan pengetahuan duniawi. Untuk memperoleh pengetahuan duniawi pun engkau harus belajar dengan sungguh-sungguh. Percayalah kepada diri mu sendiri, yakinlah bahwa engkau dapat memenuhi tugas yang , merupakan tujuan kedatanganmu sebagai manusia. “kepercayaan kepada diri sendiri dan kepercayaan kepada tuhan merupakan rahasia keagungan,” demikian kata Vivekananda. Jalani dan binalah rasa kepercayaan diri sendiri. Ini berarti percaya kepada kedewataan dalam diri mu. Pengetahuan duniawi akan menerima papan dan pangan, sedangkan atmawidya akan memberimu kesadaran mengenai kenyataan diri yang sejati.

*Dikutip dari tulisan Luh Made Sutarmi

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

five × two =