Bermimpi, Berbagi, dan Beraksi

Untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, sudah saatnya kita memiliki sikap mental untuk terus berbagi dalam rangka membantu sesama. Hal ini sesuai dengan tujuan pokok dan ajaran dana punya yaitu untuk menumbuh-kembangkan sikap mental yang tulus pada diri pribadi umat manusia dalam melaksanakan ajaran wairagya yaitu ajaran ketidakterikatan (keikhlasan) pada diri seseorang.

Selanjutnya, perlu ada pembagian penghasilan yang kita peroleh secara bijak sesuai dengan Sarasamuccaya 262-264. Menurut Sarasamuccaya 262-264, peruntukan harta hasil kerja itu hendaknya sepertiga untuk Dharma (sadhana ri kasiddhaning dharma), sepertiga lagi untuk Kama (sadhana ri kasiddhaning kama), dan sepertiga untuk Artha (sadhana ri kasiddhaning artha wrddhyakên mwah).

“Demikianlah keadaannya, maka dibagi tigalah hasil usaha itu, yang satu bagian untuk biaya mewujudkan Dharma, bagian yang kedua adalah untuk biaya memenuhi Kama, dinikmati dan bagian yang ketiga diperuntukkan untuk mengembangkan modal usaha dalam bidang Artha, ekonomi agar berkembang kembali, demikianlah hendaknya hasil usaha itu dibagi tiga, oleh orang yang ingin memperoleh kebahagiaan.“(262).

“Sebab harta benda itu jika Dharma dijadikan landasan untuk memperolehnya, labha atau keuntungan namanya, sungguh mengalami kesenangan orang yang memperoleh harta benda ini akan tetapi jika harta benda itu diperoleh dengan jalan Adharma, merupakan noda terhadap harta benda itu, dihindari oleh orang yang berbudi utama, oleh karena itu janganlah bertindak menyalahi Dharma, jika anda berusaha menuntut sesuatu.” (263).

“Jika ada orang yang begini perilakunya, memperoleh harta dengan jalan Adharma, kemudian harta benda itu digunakan untuk membiayai Dharma, orang yang demikian perilakunya, lebih baik tidak berusaha secara demikian, sebab lebih benar orang yang menghindari Lumpur daripada menginjaknya, walaupun akhirnya akan dapat dibasuhnya.” (264).

Berdasarkan sloka-sloka yang begitu luhur tersebut, saatnya kita berbagi untuk meningkatkan kepedulian.
Kini saatnya untuk menyadari bahwa semua itu tak berguna. Bahwa kebahagiaan itu ada di sini dan saat ini juga, ketika kita mampu menyadari kesia-siaan mencemasi dan menyesali, dan saat kita tahu bagaimana membiarkan berlalu, segalanya.
Sarve bhavantu sukhinah-semoga semua mahluk berbahagia.
Sarve santu niramayah-semoga semua mahluk mendapat kedamain sejati
Sarve badrani pasyantu-semoga semua mahluk sejahtera dan bergembira
Ma kascid duhkha bhag bhavet-semoga tiada mahluk yang menderita

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

2 × 5 =