Dirjen dan Parisada Tandatangani MoU Dharma Dana

Konsep Dharma Dana atau punia sangat penting dalam ajaran Hindu. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pustaka suci Hindu yang mengajarkan kepada umat Hindu untuk berdharma dana atau berpunia. salah satunya bisa kita temukan di Sarasamuscaya, Slokantara, Manawa Dharmasastra, Bhagawad Gita dan masih banyak lagi pustaka suci Hindu yang menjabarkan pentingnya berdharma dana. Ditambah pada jaman Kali Yuga ini manusia disibukan dengan usaha mengumpulkan materi sehingga keterikatan akan materi atau harta yang diperoleh sangat kuat. Dengan Berdharma Dana atau berpunia sebenarnya kita dibebaskan dari keterikatan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Drs. I Ketut Widnya, MA.,M.Fil.,PhD dalam sambutannya disela kegiatan seremonial penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) tentang Dharma Dana antara Dirjen Bimas Hindu dengan Parisada Pusat di Jakarta, Selasa, 8 September 2015.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Bimas Hindu, Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Wayan Suarta, S.Ag.,M.Si, Direktur Urusan Agama Hindu Drs. Wayan Budha,M.Pd, Ketua Parisada Pusat Sang Hyoman Swisma, Sekretaris Umum Parisada Pusat, Ketut Parwata, Ketua BDDN Wayan Alit Antara serta pejabat eselon III dan Eselon IV di lingkungan kerja Dirjen Bimas Hindu.

Menurut Prof. Ketut Widnya, sudah sepantasnya kita sebagai umat Hindu melaksanakan ajaran dana punya yang telah dipertegas lagi dalam Bhisama Sabha Pandita tahun 2002. Sebagai lembaga yang memiliki tupoksi (tugas pokok dan fungsi) bimbingan masyarakat Hindu, Dirjen beserta segenap jajaran di bawahnya siap mendukung program BDD (Badan Dharma Dana Nasional) sebagai satu-satunya badan resmi yang diakui pemerintah untuk menghimpun dan mengelola dharma dana umat Hindu.

“Saat ini kita lebih dimudahkan untuk berdharma dana atau berpunia dengan adanya Badan Dharma Dana Nasional. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel menjadikan kita tidak perlu khawatir untuk menyalurkan punia melalui badan resmi Parisada ini”, ungkapnya.

MoU ini merupakan wujud nyata pelaksanaan dharma agama Dirjen Bimas Hindu beserta jajarannya sekaligus sebagai teladan bagi umat hindu yang lain untuk taat dalam menjalankan ajaran agama terutama yang terkait dengan dana punya. Besaran dana punia sejumlah 2,5 % dari penghasilan bersih setahun dihitung sendiri (self assessment) oleh umat dan selanjutnya disetorkan ke BDDN. BDDN akan mengelola dharma dana yang masuk untuk program pembinaan Umat Hindu. Selama ini yang baru berjalan ada tiga program prioritas, yaitu pemberian Beasiswa untuk generasi muda Hindu yang pintar namun mengalami kendala di bidang finansial, selanjutnya program kesehatan untuk Pandita dan Pinandita dan terakhir program pemberdayaan ekonomi umat. Diharapkan dengan ditandatanganinya MoU ini BDDN akan semakin berkembang sehingga Parisada bisa lebih meningkatkan pembinaan kepada umat hindu.

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

16 + fifteen =