Forum Tri Hita Karana Ingatkan Kewajiban Berdharma Dana

Potret suram tentang budaya, lingkungan dan agama Hindu di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya telah menjadi topik pembicaraan diberbagai kesempatan, baik formal maupun non formal. Mulai dari pembicaraan di balai banjar, warung kopi, mailing list, jejaring sosial di dunia maya hingga seminar-seminar. Intinya, ada keprihatinan yang amat dalam tentang masa depan lingkungan, budaya yang berlandaskan pada Agama Hindu. Kondisi ini menggugah tokoh-tokoh Hindu untuk turun tangan memberikan sumbangsih penyelesaian masalah tersebut, salah satunya dalam forum yang di gagas oleh Bapak Gde Erata 2011 silam yang dikenal dengan “Tri Hita Karana”.

Forum Tri Hita Karana kali ini dilaksanakan di rumah makan Balai Bengong Halim. Tampil sebagai pembicara pertama, Sekretaris Parisada Pusat, Bapak Ketut Parwata. Pada pemaparannya Ketut Parwata menyampaikan, “Meskipun pada pengumuman hasil ujian Nasional beberapa bulan lalu terdapat nama putra-putri Hindu yang meraih nilai tertinggi di tingkat nasional, namun masih banyak putra-putri Hindu yang belum bisa menikmati pendidikan terutama yang berada di daerah-daerah plosok. Begitu juga dengan masalah perekonomian, masih banyak umat Hindu yang berada di bawah garis kemiskinan”. Menurut Parwata, Kondisi ini harus menjadi perhatian seluruh umat Hindu. Parisada tidak akan bisa bergerak sendiri tanpa bantuan seluruh komponen Umat. Salah satunya dengan melaksanakan punia wajib melalui Badan Dharma Dana Nasional. Harapannya jika 1000 saja umat Hindu yang sudah berpenghasilan sadar untuk melaksanakan kewajibannya maka akan sangat banyak hal yang bisa dilakukan Parisada guna kepentingan umat. Sementara ini dalam menjalankan programnya Parisada masih mengusahakan dana dari perorangan atau instansi pemerintah yang keberlanjutannya tidak bisa dipastikan.

Pernyataan sekretaris Parisada Pusat tersebut ditambahkan oleh ketua BDDN, Wayan Alit Antara, Bahwasanya dalam rangka membangun trust umat, BDDN sudah melaksanakan tata kelola sesuai dengan prinsip-prinsip Good governance. Umat sudah bisa memantau pengelolaan dana yang dipuniakan lewat BDDN melalui website resmi BDDN. Sementara ini, selama kurun waktu 8 tahun (2006-2014) BDDN baru berhasil menghimpun dana sejumlah Rp 5 Milyar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai tiga program prioritas, yaitu Pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam paparan pamungkasnya penggagas forum Tri Hita Karana, Bapak Gede Erata, mengajak seluruh semeton Hindu yang berkesempatan hadir untuk mengajak semeton-semeton Hindu yang lain baik yang bertugas di instansi pemerintah maupun swasta untuk sama-sama bergabung dalam forum ini guna memberikan kontribusi kongkrit untuk kemajuan dan kesejahteraan umat Hindu.

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

15 + nine =