GENERASI MUDA HINDU: ZAMAN NOW

Oleh: I Made Wirayasa

Hal yang terbesit oleh pikiran ketika akan menamatkan diri pada jenjang pendidikan atas dan kuliah adalah akan mau jadi apa nanti. Kegundahan inilah yang kemudian menjadikan rasa dilema di sebagian besar pemuda. Wajar kalau hari ini pemuda khususnya pemuda Hindu masih bingung bila ditanya oleh orang tuanya akan menjadi apa nanti atau sekedar bertanya mau kemana setelah lulus.

Perasaan gundah, bingung dan tak tau arah tujuan hidup adalah salah satu akibat dari tidak adanya persiapan diri. Banyak pemuda yang gagal dalam merencanakan hidupnya. Terutama ketika akan lulus pendidikan di SMA. Lingkungan sekitar, pergaulan, dan budaya juga berpeluang mempengaruhi keadaan ini. Adanya pemikiran setelah tamat SMA akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi adalah hal yang real saat ini. Tidak sedikit dari mereka yang telah lulus SMA langsung melanjutkannya ke universitas negeri maupun swasta. Bisa dipastikan sebagian besar umat Hindu berpandangan bahwa pendidikan adalah hal utama dan sangat penting.

Nah apakah sahabat-sahabat kita yang tidak memiliki kesempatan seperti kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dikatakan akan menemui jalan buntu ?. Tentu jawabannya tidak. Masih ada banyak sekali jalan yang bisa dilakukan pemuda. Baik itu untuk dirinya sendiri maupun lingkungan desanya. Katakanlah menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan atau menjalankan usaha lainnya. Tentu hal ini akan jauh lebih bermanfaat daripada hanya berdiam diri di rumah. Tidak bisa kita pungkiri bahwa selama ini juga banyak yang tidak seberuntung dan hanya berdiam diri di rumah. Banyak yang beraktivitas tetapi hanya sekedarnya saja. Seperti menjalankan kegiatan keseharian di desa. Sebetulnya kalau memang mau berbuat lebih walau dengan tinggal di kampung bisa dengan aktif terlibat dalam perkumpulan muda-mudi/seke truna truni, dll. Hal ini justrus terlihat lebih memiliki manfaat. Disamping dapat menjaga silaturahmi antar pemuda juga akan memunculkan ide-ide kreatif yang bisa dicetuskan bersama dari perkumpulan-perkumpulan itu.

Bukan hanya itu, problematika justru lebih banyak terjadi di dalam internal kelompok pemuda yang telah menjadi mahasiswa. Ada banyak sekali masalah-masalah klasik sampai fundamental yang terjadi. Sebenarnya apakah tugas dari seorang mahasiswa adalah hanya belajar dan cepat wisuda dengan nilai indeks prestasi yang gemilang?. Kalau hanya itu yang menjadi ukuran dirasa semangat dan konseptual tujuan dari pendidikan itu sangat sulit untuk diraih. Pada dasarnya pendidikan di perguruan tinggi adalah bagaimana membentuk insan-insan yang cerdas yang memiliki kemampuan berpikir dan keterbukaan wawasan. Insan cerdas tentu tidak hanya dalam bidang akademisi saja, tetapi juga dalam hal pemikian dan gagasan ideanya. Tidak hanya sekedar berpikir mendapat pekerjan yang bagus ketika sudah lulus, tatapi lebih pada gagasan apa yang nantinya bisa disumbangsihkan untuk masyarakat lingkungannya. Jadi insan pemuda dan mahasiswa saat ini harus punya cara pikir yang lebih luas dari sebelumnya. Jangan merasa bila langsung diterima bekerja di perusahaan selalu menjadi nilai ukur keberhasilan, tatapi bagaiman menjadikan hidup penuh dengan makna bagi dirinya dan juga bagi lingkungan sekitarnya.
Rangkaian persoalan-persoalan di atas harus dicarikan jalan pemecahannya. Sejatinya mahasiswa memiliki peran yang melekat dan bersifat wajib bagi dia yang ingin mengembangkan potensi dirinya. Peran tersebut meliputi:

Aktif, Kreatif dan Inovatif
Tak jarang aktivitas mahasiswa seusasi menerima pendidikan di kampus memilih pulang ke rumah atau tempat kost. Barangkali sebagian wakunya dihabiskan di rumah kost dengan kesibukan pribadinya. Ada yang mengkoleksi film-film di laptop untuk ditonton, ada yang suka bermain, ada yang menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan dan melakukan kesibukan lainnya. Bagi kelompok mahasiswa yang susah bergaul tentu akan memilih diam tanpa banyak aktivitas, selebihnya mungkin waktu nya untuk belajar atau tidak sama sekali. Tetapi mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi dirinya pasti akan melibatkan diri dalam kelompok-kelompok organisasi di internal kampus maupun eksternal kampus. Jadi secara garis besar kelompok mahasiswa sekarang terbagi dalam dua kelompok yakni akif dan tidak aktif. Kelompok aktif adalah kelompok mahasiswa yang memiliki kesibukan lain di luar kampus untuk melakukan hal-hal yang positif. Sementara kelompok pasif kebalikannya yakni mahasiswa yang hanya mengikuti kegiatan perkuliahan saja tanpa mau melibatkan diri bergaul dengan mahasiswa lainnya dalam himpunan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.
Kalau melihat tantangan Zaman Now, tentu generasi muda hindu haruslah menjadi kelompok mahasiswa yang aktif. Tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang non akademik. Sebuah hal yang pasti bahwa dalam dunia pendidikan akademik hanya mengajarkan disiplin ilmu yang diikuti, selebihnya kemampuan soft skill sama sekali tidak diajarkan. Sehingga menjadi mahasiswa aktif adalah pilihan dan keharusan.

Paham Lingkungan Sekitar
Meninggalkan kampung halaman bukanlah melupakan interaksi sosial di masyarakat. Justru dengan menjadi mahasiswa, pemuda Hindu harus lebih peka lagi terhadap lingkungannya. Dengan kata lain up to date terkait perkembangan-perkembangan yang terjadi di masyarakat. Adalah hal yang salah bila saat pulang ke kampung halaman tidak mampu berinteraksi dengan lingkungan. Ingat, peran mahasiswa kedepan adalah mampu memahami persoalan-persoalan di masyarakat dan bisa memberikan jalan pemecahannya bersama masyarakat unuk lebih maju. Akan menjadi hal yang bernilai positif ketika suatu hari ia pulang kampung dan dapat memberikan edukasi baik dari segi pengalaman, pendidikan maupun motivasi kepada sesama pemuda dan masyarakat.

Menjadi Contoh Ideal
Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, juga diikuti oleh pergeseran budaya dan karakter mahasiwa dan pemuda. Tidak sedikit dari mereka yang justru ikut tergerus oleh perkebangan itu, atau bahkan malah menjadi follower dari zaman. Banyak mahasiswa dan pemuda larut dalam trend-trend yang keliru. Contoh kecilnya saja pemakaian pakaian sembhayang ke pura, apa yang bisa di contoh dari trend pakaian sembahyang saat ini?. Khusus untuk hal ini, pemuda harus memberikan contoh di masyarakat bagaimana etika perpakaian saat ke rumah ibadah. Dalam contoh yang luas, pemuda dan mahasiswa harus dapat memberikan contoh sebagai sosok yang ideal, meberikan sumbangsih pemikiran, ide, gerakan, karya yang memiliki manfaat tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

6 + seventeen =