Kekayaan Seharusnya Dibagi

Ada suatu keengganan diumat Hindu untuk menyerahkan dana punia/ dharma dana-nya kepada suatu badan pengelola dana. Umat Hindu masih lebih percaya untuk menyerahkan bantuannya langsung kepada yang membutuhkan. Disisi lainnya umat Hindu juga banyak mengelola bantuan-bantuan yang peruntukannya bersifat jangka pendek. Untuk itu perlu adanya strategi jangka panjang untuk menghimpun dana umat.

Menyikapi hal ini Badan Dharma Dana Nasional – BDDN melakukan penghimpunan dana umat untuk mendukung program-program pembinaan umat Hindu di Indonesia. Program prioritas yang dicanangkan adalah pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Ketiga program tersebut merupakan program prioritas disamping program-program lainnya seperit bantuan kepada fakir miskin, bencana alam dan sebagainya.

Dibidang pendidikan misalnya, BDDN dan Parisada telah menyalurkan beasiswa kepada 35 orang mahasiswa-mahasiswi Hindu yang berprestasi namun mengalami kendala dibidang finansial untuk melanjutkan studinya. Program Beasiswa ini telah berhasil meluluskan 24 orang generasi muda Hindu dari beberapa perguruan tinggi papan atas di Indonesia.

“Beasiswa ini diberikan kepada putra-putri Hindu yang berprestasi namun kurang mampu dibidang pendanaan,” jelas Wayan Alit Antara, Ketua BDDN belum lama ini.

Untuk itu, tambah Alit Antara, dukungan umat sangat diperlukan karena ini untuk kemajuan umat Hindu masa depan. Hingga saat ini Dharma Dana yang terkumpul masih difokuskan kepada program prioritas tersebut. Dan umat yang berkomitmen maupun membayar Dharma Dana belum banyak. Padalah Dharma Dana adalah kewajiban umat sebagaimana dijelaskan dalam Rg. Veda V 42.9 “Tuhan Yang Maha Esa akan mengambil kekayaan mereka yang suka memeras bawahan dan orang-orang di sekitarnya. Demikian pula mereka yang tidak membagikan kekayaannya kepada pekerja-pekerja yang ulet membanting tulang” (Rg.veda V42.9).

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

seven + 5 =