Korupsi dalam Pandangan Hindu

Oleh: I Wayan Wisanta

Dalam kitab suci hindu zaman ini disebut dengan Kali Yuga atau zaman kegelapan spiritual yang merupakan zaman terakhir dari zaman-zaman sebelumnya yaitu Dvaparayuga, Tretayuga dan Kertayuga.
Kaliyuga suatu zaman yang ditandai dengan prilaku adharma yaitu merosotnya kualitas moral disemua aspek kehidupan, tanda-tanda zaman itu sangat jelas kita saksikan disekitar kita seperti anak sudah berani melawan orang tua, umur manusia semakin pendek, kejahatan merajalela, sifat-sifat mementingkan diri sendiri, korupsi justru dilakukan oleh orang-orang yang sudah berkecukupan secara materi, kecendrungan merusak alam dan seterusnya.
Semua tanda-tanda ini kalau dibiarkan tanpa upaya pembenahan jelas akan berpotensi menghancurkan seluruh kehidupan beserta tatanannya.
Mari kita semua coba merenung dan merenungkan kembali lebih dalam lagi, kenapa semua ini semakin hari semakin menjadi-jadi seakan-akan tanpa kendali diri, tanpa dosa? apa sebenarnya yang salah atau siapa yang salah, barangkali ada kalangan yang punya pendapat semua ini adalah akibat dari pendidikan budi pekerti dihapuskan disekola-sekolah, baiklah kalau ada pendapat seperti itu memang ada benarnya, namun jika dicermati lagi kita sebagai generasi yang tua-tua ini yang dulu ketika sekolah semua mendapatkan pendidikan budi pekerti justru getol melakukan korupsi. Ini sebuah fakta yang terjadi dimana-mana di bumi Indonesia ini, sangat menyedihkan memang menyandang gelar sebagai salah satu Negara terkorup di dunia.
Penyebab utamanya adalah pembangunan mental spiritual yang dilakukan selama ini tidak mendapatkan porsi yang cukup dalam membangun jati diri kita dan orientasi manusia modern adalah materi.
Disinilah pentingnya pendidikan rohani diterapkan dalam kehidupan mulai dari skup yang paling kecil yaitu keluarga masing-masing sebagai benteng utama. Jika kita selama ini menyiapkan putra-putri kita hanya untuk pendidikan duniawi saja seperti sekolah terbaik atau termahal bahkan bergengsi tanpa mempersiapkan pendidikan rohani yang seimbang maka inilah jadinya kita saksikan ada jendral masuk penjara, ada professor masuk sel dan seterusnya karena pendidikan duniawinya tinggi tapi pendidikan rohaninya kering atau penuh kegelapan.
Nah keseimbangan pendidikan dunaiawi dan rohani inilah yang perlu dibangun atau diupayakan secara menyeluruh dan terus menerus oleh semua umat manusia kedepan.
Korupsi dalam pandangan hindu atau veda secara umum telah disabdakan Tuhan dalam kitab suci Veda sebagai berikut:

satyam brhad rtam ugra diksa
tapo brahma yajnah
prtivim dharayanti
sa no bhutasya bhavyasya patrani
urum lokam prtivi nah krnoti
AtharvavedaXII.1.1
Kebenaran/kejujuran yang agung, hukum-hukum alam yang tidak bisa diubah, pengabdian diri (pengekangan diri) pengetahuan dan persembahan (yadnya) yang menopang bumi, Bumi senantiasa melindungi kita, semoga di (bumi) menyediakan ruangan yang luas untuk kita.
satyena-uttabhita bhumih
suryena-uttabhita dyauh
rtena-adityas tisthanti
divi somo adhi sritas
Atharvaveda XIV.1.1
Kebenaran/kejujuran menyangga bumi, matahari menyangga langit, hukum-hukum alam menyangga matahari, Tuhan Yang Maha Kuasa meresapi seluruh lapisan udara yang meliputi bumi (atmosfir).
Dari sabda Tuhan diatas jika kita cermati dengan saksama sudah cukup jelas dan tegas bahwa hanya kebenaran dan kejujuran yang mampu menyangga hidup dan kehidupan ini. Prilaku korup tidak mendapatkan tempat di muka bumi ini karena sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip dharma atau kebenaran, kejujuran, taat hukum, pengendalian (pengekangan) diri, pengetahuan dan persembahan (yadnya) atau sedekah.
Jika ini yang terjadi maka cepat atau lambat kehancuran peradaban jawabannya, dan jika peradaban hancur maka kita sebagai manusia yang paling berdosa atas kehancuran ini, kita telah melecehkan sang pencipta diri kita yaitu Tuhan itu sendiri yang telah menciptakan kita dengan segala kecerdasan dan kesempurnaanya.
Kita sebagai manusia yang dilengkapi dengan kesempurnaan sabda, bayu dan idep (suara, tenaga dan pikiran) harus bahu membahu berperan aktif dalam memerangi prilaku adharma menuju prilaku dharma yaitu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik dan benar (tri kaya perisuda) agar kedamaian (shanti), kesejahteraan untuk semua (lokasangraha) tercipta dimuka bumi ini.

Lalu apa sanksi yang paling adil bagi para pelaku kejahatan itu?, hindu dengan salah satu dasar ajaranya yaitu panca cradha dengan arif dan bijaksana menyerahkan sanksinya berdasarkan konsep hukum karma phala (hukum sebab akibat) siapa berbuat apa pasti akan mendapatkan akibat yang setimpal dengan perbuatanya itu dan ini sangat adil dan tidak perlu disangsikan lagi.
Namun mengenai sanksi hukum Negara, hindu atau penganut veda menyerahkan sepenuhnya dengan sangat hormat dan tunduk kepada aturan atau undang-undang yang berlaku di Negara yang bersangkutan.
Demikianlah secara singkat kami sampaikan pandangan hindu tentang korupsi sesuai kitab suci veda, secara lebih luas sebenarnya telah dijabarkan dalam kitab hukum hindu.
Semoga bermanfaat dan kedepan kita semua lebih

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

eight − 6 =