Orang Dermawan Tidak Pernah Mati

Orang-orang yang dermawan, tidak pernah mati, tidak menderita karena malapetaka, juga tidak binasa. (Rgveda X.107.8)

 

 

Demikian ditegaskan dalam Weda bahwa kedermawanan memberikan kebahagian dan kelanggengan. Orang yang peduli akan mendapat kebahagian dan kesempurnaan dalam hidup. Artinya ada sebuah hasil dari perbuatan untuk mencapai kebahagian dan terhindar dari penderitaan. Bahkan ditegaskan bahwa orang dermawan tidak akan menderita karena malapetaka.

 

Merenungkan sloka tersebut, hal yang harus dilakukan dalam kondisi bangsa dan negara seperti sekarang adalah meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Memang sungguh ironis, ditengah negeri yang kaya raya tapi masih ada juga rakyatnya yang berteriak kelaparan dan dilanda kemiskinan. Melihat fenomena ini berbagai program pemerintah pun telah diluncurkan seperti jaring pengaman sosial (JPS), bantuan langsung tunai (BLT), dan bantuan operasional sekolah (BOS).

 

Tidak itu saja, masih ada program-program bantuan masyarakat seperti program pengembangan kecamatan (PPK), program penanggulangan kemiskinan di perkotaan, dan sebagainya. Kalau dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2007, penduduk miskin mengalami penurunan kurang lebih 1%. Dari 39,30 % pada tahun 2006 menjadi 37,17 % pada tahun 2007.

 

Fenomena kemiskinan itu tentu tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Tapi harus melibatkan seluruh komponen bangsa termasuk lembaga-lembaga keagamaan termasuk Hindu. Parisada Hindu Dharma Indonesia (Parisada) telah membentuk Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) yang bertugas mengumpulkan dana umat Hindu di seluruh Indonesia. Badan ini semacam Badan Amil Zakat/ BAZ ataupun Lembaga Amil Zakat/ LAZ di umat Muslim.

 

Tentunya akan sangat baik bila pemerintah dapat mensinergikan lembaga-lembaga tersebut sebagai bagian dari civil society dalam pembangunan bangsa. Menurut Ketua BDDN, Wayan Alit Antara BDDN akan fokus pada tiga hal yaitu pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tentu hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. ”BDDN bertugas mengumpulkan dan mengelola dana umat Hindu yang kemudian akan disalurkan kembali kepada umat dan masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya di Jakarta pertengahan April lalu (19/4).

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

twelve + 17 =