Paradigma Baru

Berpikir visioner memang banyak tantangannya. Seolah pikiran ini akan berbanding lurus dengan resistensi disisi lainnya. Dan kita pun dihadapkan pada dinamika-dinamika yang belum tentu seirama. Titik temunya, tergantung darimana kita secara bijak menyikapinya. Berpikir maju atau justru menambah keruh dinamika yang pada ujungnya tidak menyelesaikan permasalahan.

Berangkat dari berbagai kompleksitas yang ada, kita harus memulai berpikir kedepan dan menyiapkan berbagai sistem berkesinambungan (sustainable). Tidak bisa dipungkiri, selama ini kita masih lemah dalam tatanan dan keberlangsungan terhadap organisasi-organisasi berbasis Hindu. Bahkan Parisada sebagai majelis tertinggi umat Hindu pun sampai hari ini harus terus dibangun sistem berkesinambungan untuk tetap eksis kedepannya.

Saat ini masih ada keengganan dikalangan umat Hindu untuk turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan keumatan yang terkait dengan Parisada. Namun hal ini harus segera diakhiri dan sekali lagi, kita harus berpikir kedepan bagi kelangsungan generasi selanjutnya. Bayangkan, bila setiap generasi acuh terhadap majelis agamanya? Apa yang akan terjadi, tentu impian generasi sebelumnya tak akan pernah tercapai, hilang ditelan masa.

Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) hadir sebagai badan resmi Parisada dengan nilai-nilai ajaran Hindu yang berfungsi sebagai pengelola (wadah untuk menampung) bantuan kepada umat yang membutuhkan dengan membawa semangat dan harapan bagi setiap orang. BDDN sebagai tindak lanjut dari Bhisama Sabha Pandita tentang Dana Punya tahun 2002. Ironisnya, bhisama yang demikian luhur, tidak begitu mendapat tempat dihati umatnya. Rendahnya komitmen umat Hindu ini bisa kita lihat dari sedikitnya kesadaran untuk ber-Dharma Dana.

Untuk itu, saatnya kita berpikir secara sistematis dan visioner untuk bahu-membahu mendukung berbagai program keumatan. Dan yakinlah bahwa apa yang dilakukan hari ini akan menjadi sistem bagi generasi yang akan datang. Bayangkan bila hal ini tidak kita lakukan, betapa berdosanya generasi hari ini karena mengabaikan bhisama yang demikian luhur.

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

3 × 3 =