Pendidikan : Senjata untuk Memenangkan Masa Depan

Oleh: Luh Gede Pratiwi Mayasari
(Penerima Beasiswa Dharma Dana Parisada Angkatan V)
Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis tentang bagaimana pendidikan bukan saja mencerdaskan atau membuat orang menjadi terdidik, tapi pendidikan juga merupakan kunci untuk membukakan pintu-pintu baru untuk meraih kemajuan. Harapan yang ingin disampaikan adalah semoga dari tulisan ini dapat menginspirasi pembaca dan penulis sendiri untuk tetap menyadari pentingnya akses pendidikan yang baik.

Kualitas hidup di Indonesia saat ini

Ketika membaca berita dari surat kabar ataupun internet seringkali kita kecewa terhadap republik Indonesia ini. Wajar hal tersebut terjadi, karena jika kita lihat kabar yang masuk ke telinga kebanyakan tentang banyaknya korupsi, kriminalitas, ketimpangan sosial ekonomi, kurangnya akses kesehatan, ketidakadilan hukum dan mungkin porsi besar lainnya adalah tentang gosip selebriti yang sedang naik daun. Jarang sekali berita yang mengangkat tentang keberhasilan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar.

Sering rasanya kita iri melihat perkembangan yang sudah dirasakan negara-negara tetangga yang rasanya di tahun terdahulu tidak begitu jauh lebih baik dari Indonesia. Mungkin pepatah boleh mengatakan ‘rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau’ dan bisa jadi hal tersebut benar. Tentang hal tersebut, di majalah The economist, ada sebuah survey yang cukup menarik tentang negara mana menempati rangking terbaik untuk seseorang memulai hidupnya di tahun 2013 ini. Survei ini mempertimbangkan banyak faktor termasuk diantaranya indeks kualitas hidup yang berhubungan dengan seberapa bahagia seseorang dalam hidupnya di suatu negara. Dari survey tersebut mengatakan bahwa Indonesia berada di peringkat 71, yang cukup tertinggal meskipun hanya dibandingkan tetangga kita Thailand (50) , Malaysia (36) apalagi Singapura (6).

Peluang Indonesia di masa depan

Dari fakta sejarah, sebenarnya bangsa Indonesia bukanlah sebuah bangsa kecil yang dipandang sebelah mata. Di tahun 778 masehi, peradaban di Indonesia, dinasti sailendra telah mampu membangun candi umat budha terbesar di dunia yang dapat dijadikan tolak ukur kemajuan sosial ekonomi pada saat itu. Peluang untuk kembali berjaya saat ini masih terbuka lebar. Berdasarkan data dari McKinsey, saat ini Indonesia adalah negara dengan peringkat 16 pada ekonomi terbesar di dunia. Dengan pertumbuhan yang stabil 5-7% per tahun, diprediksikan bahwa Indonesia akan terus berkembang sampai 2030 hingga mencapai peringkat ke 7 di dunia.

Prediksi perkembangan Indonesia ini, saat ini tentu memiliki resiko tidak terjadi jika tidak adanya jaminan hukum dan stabilitas politik yang dimana fondasi dasarnya adalah pendidikan. Penting untuk disadari bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi bangsa yang maju dan berkembang, namun kekuatan utama Indoesia adalah bukan dari alamnya tapi sumber daya manusianya. Satu kalimat motivasi yang patut diingat yakni dari proklamator kemerdekaan Indonesia : ‘Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia’.

Mulai dari diri sendiri

Anies Baswedan: “Pendidikan adalah alat rekayasa sosial merupakan alat perubahan struktural masyarakat. Siapa yang mendapat pendidikan berkualitas hari ini, maka dapat diproyeksi di dalam tahun selanjutnya mereka akan memiliki posisi yang lebih baik di masyarakat.”

Ada banyak sekali kisah-kisah sukses seseorang yang kunci suksesnya diawali dari pendidikan. Ambil contoh saja Andrea Hirata, lewat sekuel novelnya Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Seri tersebut menceritakan bahwa bagaimana perjalanan hidupnya dari keluarga miskin hingga mampu memperoleh pekerjaan yang layak dan hingga akhirnya sukses menjadi penulis. Cerita lain dari Iwan Setiawan dari anak supir angkot di kota apel Malang, hingga menjadi pemimpin perusahaan international di the big apple New York, Amerika Serikat. Benang merah persamaan kisah sukses mereka diawali dari sebuah kunci yakni pendidikan yang layak. Memang bukan hanya pendidikan yang menjadi modal utama untuk sukses. Faktor-faktor seperti keterampilan, kejujuran, kerja keras dan kreativitas tentu sangat dibutuhkan. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan yang baik adalah kunci yang membukakan pintu-pintu peluang itu.

Nelson Mandela: ‘Education is the most powerful weapon which you can you uses to change the world’. Kata-kata tersebut memang terdengar sangat indah, tapi pada realitanya kita sendiri menghadapi bagaimana sulitnya mendapatkan pendidikan yang baik karena mahalnya biaya pendidikan. Jika hanya memberikan kritik, pendapat, saran dan kajian tentu sudah banyak adanya. Namun hal tersebut tidak akan merubah apapun, belum lagi jika mengharapkan perubahan akan datang dari pemerintah. Betul adanya republik ini menjanjikan 4 hal pada warganya dalam janji kemerdekaannya : melindungi, mensejahterakan, mencerdaskan dan memungkinkan untuk berpartisipasi di dunia. Dan secara konstitual jaminan pendidikan memang salah satu tugas pemerintah. Namun sebenarnya membantu akses pendidikan yang layak adalah tanggung jawab moral semua orang terlebih bagi insan yang berpendidikan.

Jika kita renungi kembali sebagai orang yang mendapat kesempatan untuk berpendidikan, mari kita renungi bahwa pencapaian yang kita telah capai titik baliknya juga dikarenakan kita mendapat pendidikan yang layak. Maka sudah saatnya kita ikut turun tangan membantu pendidikan di Indonesia. Jalankan kewajiban ini sesuai dengan peran diri kita saat ini. Ketika Anda adalah seorang pelajar, maka jadilah pelajar yang baik, tangkap berbagai kesempatan yang ada untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Sampaikan informasi-informasi beasiswa yang saat ini sangat banyak adanya dan begitu mudahnya diperoleh informasi tersebut dengan kemajuan teknologi. Bila Anda sudah mencapai kemapanan bantulah lingkungan Anda untuk mampu meningkatkan taraf hidupnya, paling tidak dimulai dari lingkungan terdekat Anda. Sebagai orang tua, Anda memiliki peran penting dalam kehidupan terutama untuk anak. Tapi kita selalu beranggapan bahwa setiap orang tua mampu untuk mendidik anak-anaknya. bahwa sebenarnya dilihat dari jenjang pendidikan seseorang dari tingkat sebelum sekolah hingga lulus kuliah, guru yang paling tidak dipersiapkan untuk mendidik adalah orang tua. Maka persiapkanlah mental dan finansial sebagai orang tua untuk menjamin pendidikan anak. Sebagai akhir kata, apapun peran Anda saat ini maka berikanlah yang terbaik dan mari berfikir maju dan berkembang lewat pendidikan.

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

one × five =