Semak Kali Yuga Dilewati dengan Punya

Menjadi seorang Hindu adalah sebuah anugrah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ajaran spiritual, cinta kasih sesama manusia dan lingkungan adalah dasar dari kita beragama. Yang artinya tidak hanya terpaku pada aspek ketuhanan, tetapi juga pada kemanusiaan dan keharmonisan alam. Konsep ajaran ini sering dikenal dengan istilah Tri Hita Karana, yakni tiga hal yang dapat memberikan kebahagiaan hidup meliputi Prahyangan, Pawongan dan Palemahan

Di Zaman Kali Yuga atau yang dilkenal dengan sebutan jaman Batu dan zaman kemerosotan moral. Dikatakan bahwa zaman ini dimulai pada waku pengangkatan raja Parikesit yaitu cucu dari Arjuna. Kebaikan hanya ada 25% saja, sebaliknya yang ada adalah kejahatan, keburukan, dan banyak hal-hal negatif lainnya. Zaman Kali Yuda saat ini kita lalui, lantas apa yang dapat kita lakukan di zaman ini agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif?

Ajaran Agama Hindu di dalam kitab Wraspati tattwa 26 dinyatakan ada tujuh perbuatan yang tergolong Dharma, yaitu: Sila (tingkah laku yang baik), Yajna (pengorbanan), Tapa (pengendalian diri), Dana (pemberian), Prawrjya (menambah ilmu pengetahuan suci), Diksa (penyucian diri/ Dwijati), dan Yoga (menghubungkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa). Dari tujuh perbuatan yang tergolong Dharma tersebut, satu di antaranya adalah dana. Untuk itu, berdasarkan pembagian Dharma serta peruntukan dari hasil karya (penghasilan) seseorang, maka dapat diperinci sebagai berikut: 33,1/3% (yang diperuntukkan Dharma) dibagi 7, sehingga dapat dibulatkan menjadi 5%. Dengan demikian setiap umat Hindu wajib menyisihkan 5% dari penghasilan bersihnya secara khusus untuk dàna punya. Dari angka 5% tersebut, Parisada Pusat telah menetapkan 2,5% untuk dharma dana. Dan 2,5% lagi untuk memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya seperti banjar, sosial, dan bantuan lainnya.

Sehingga sangat jelas bahwa dalam menajalani hidup di zaman ini yang penuh dengan kebohongan, kejahatan, keburukan seperti semak-semak berduri, adalah hal yang sangat penting untuk berdana punya. Karena sesungguhnya punya mengandung ajaran Lascarya (tulus ikhlas) dan Wasudewa Kutumbhakam (kita semua bersaudara). red*

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

11 − five =