Sosialisasi di Jakarta Pusat

Belum semua umat Hindu tahu tentang Dharma Dana. Sedangkan umat yang sudah tahu masih memiliki kesadaran yang rendah untuk ber-Dharma Dana. Ini menjadi masalah tersendiri dalam pelaksanaan program-program Badan Dharma Dana Nasional (BDDN). Padahal program ini diprioritaskan untuk membantu sesama yang selaras dengan ajaran Hindu Tat Twam Asi. Filosofi ajaran itu menegaskan bahwa menolong sesama sama dengan menolong diri sendiri.

Itulah poin yang disampaikan Wayan Alit Antara, Ketua BDDN saat sosialisasi BDDN di Pura Agung Wira Satya Bhuana Jakarta Pusat awal Mei lalu (4/5). Dalam sosialisasi yang diikuti sekitar 50 peserta itu, Wayan Alit Antara menegaskan bahwa BDDN bertugas untuk mengumpulkan dana dari umat Hindu dan mengelolanya secara transparan. ”Dana yang terkumpul tersebut akan dikembalikan kepada umat itu sendiri melalui program-program seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi beberapa pertanyaan muncul seperti adanya krisis kepercayaan kepada lembaga umat hingga tata cara pengelolaan Dharma Dana. Menanggapai hal itu, Alit Antara menyampaikan bahwa kepercayaan dapat dibangun melalui tindakan nyata. Dan BDDN serta Parisada akan melakukan tindakan nyata dengan penyaluran dana kepada umat yang membutuhkan. Mekanisme ini memiliki tata kelola yang dilakukan oleh Komite-Komite yang dibentuk oleh Parisada. Selain itu, akan diadakan pengawasan baik eksternal maupun internal dan diaudit oleh akuntan publik karena dana yang terkumpul merupakan dana publik.

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

5 − 5 =