Swadharma dan Tindakan

Sebuah kebanggaan tentunya apabila dapat melaksanakan swadharma dengan baik. Umat Hindu memiliki dua dharma dalam kehidupan sosial bermasyarakat, yakni dharma agama dan dharma negara. Dharma agama dilakukan berdasarkan petunjuk kitab suci Weda. Dharma ini sangat luas sekali, tidak sebatas menjalankan ritual keagamaan, upakara dan upacara saja, tetapi juga pada aspek peningkatan spiritual. Sementara itu dharma negara sebagai bagian dari masyarakat, umat hindu juga bertanggung jawab pada kemajuan suatu bangsa dan negara.

Menjalankan praktik dharma agama salah satunya dengan cara berdana, yaitu mendharmakan dana yang diperoleh dari hasil kerja untuk dipuniakan. Mengapa itu dikatakan menjalankan dharma agama? karena petunjuk seperti itu banyak tertulis dalam kitab suci Weda seperti Bhagawadgita, Sarasamuccaya, Manawadharmasastra dll). Dalam kehidupan ini tidak hanya cukup dengan bersembhyang setiap hari saja atau mebanten dan saiban saja, tetapi juga harus diimbangi dengan berdana punia. Dharma dana adalah sebuah yajna atau persembahan suci. Apabila kita memberikan bantuan serta pertolongan kepada sesama manusia, berati kita juga telah berbuat baik kepada Tuhan. Karena dalam setiap diri manusia terdapat energi yang membuatnya hidup, yakni Atma. Sifat Atma sama dengan sifat Tuhan/Brahman. Karena Atma adalah percikan terkecil dari Brahman. Sehingga dharma dana yang ditujukan untuk membantu sesama adalah sama halnya melaksanakan bhakti kepada Tuhan. Dalam Manawadharmasastra IV. 193 disebutkan bahwa:
“triswapye tesu dattam hi widhina apyarjitam dhanam,
datur bhawatyan arthaya paratra daturewa ca”
artinya :
“Walaupun harta itu dperoleh sesuai menurut hukum (dharna) tetapi bila tidak didermakan (disedekahkan/diamalkan) kepada yang layak, akan terbenam ke kawah neraka”.

Selain kitab suci Weda, ajaran mengenai Wasudewa Kutumbakan juga memberikan kita pemahaman bahwa dalam kehidupan ini kita tidak dapat hidup dengan menyendiri. Mementingkan diri sendiri dan melupakan bahwa kita bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian sangatlah penting bagi umat hindu untuk mendalami dan melaksanakan dharma negara. Umat Hindu adalah bagian dari kebhinekaan Indonesia, artinya ada banyak lagi bagian-bagian lain di Indonesia, sehingga keberadan masyarakat yang beragam ini harus bisa hidup saling rukun, damai dan tentram. Apabila masyarakat telah menyadari bahwa semua manusia adalah saudara sesuai makna Wasudewa Kutumbakan, niscaya masa depan Indonesia untuk mewujudkan keadilan sosial akan seger tercapai.

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

15 − thirteen =