Yadnya Mulia di Jaman Kaliyuga

Sabtu, 22 Pebruari 2014 bertempat di Ruang Teater Gedung Thamrin Bank Indonesia dilaksanakan seminar dalam rangka sosialisasi Badan Dharma Dana Nasional. Seminar ini terselenggara berkat kerjasama dari Yayasan Dharma Sthapanam, UKHB IPEBI Bank Indonesia dan Badan Dharma Dana Nasional. Hadir sebagai nara sumber Rasa Acharya Praburaja Darmayasa, Kolonel Infantri (Purn) I Nengah Dana dan Dr. Nyoman Marpa. Acara yang dimulai pukul 09.00 Wib tersebut dihadiri oleh 150 orang peserta yang berasal dari mahasiswa, pemuda, pinandita, pegawai Pemprop DKI Jakarta, Binroh-Binroh Hindu BUMN dan para sesepuh umat sejabodetabek.
Dalam sambutannya Komang Adi Setiawan selaku perwakilan BDDN menyampaikan perlunya penghimpunan dan pengelolaan dana umat untuk pembangunan umat Hindu. BDDN adalah satu-satunya organisasi yang diakui oleh pemerintah untuk melakukan penghimpunan dana umat yang sifatnya wajib dan dapat dijadikan sebagai pengurang penghasilan bruto (tax diductable) pada perhitungan pajak penghasilan. Umat Hindu diharapkan untuk menjalankan Bhisabha Sabha Pandita tentang Dana Punia.
Pernyataan itu diperkuat lagi oleh Prabu Darmayasa dalam paparan materinya. Beliau menyampaikan pada jaman ini yang sering disebut dengan Kaliyuga yadnya yang paling utama adalah Dana Punia. Bahwasanya pada jaman Krtayuga tapalah yang paling utama, pada jaman Traitayuga jnanalah yang paling utama, jaman Dwaparayuga yadnyalah yang paling utama, sedangkan dijaman Kaliyuga seperti sekarang ini dana punialah yang paling utama. Selanjutnya dalam setiap harta yang kita peroleh ada hak orang lain, yang kurang seberuntung kita yang harus kita berikan kepada mereka, tegas beliau.
Peserta seminar nampak begitu antusias menyimak paparan materi dari nara sumber. Peserta yang tergugah langsung mengisi formulir dharma dana dan menyatakan komitment untuk menunaikan kewajiban berdharma dana sesuai dengan isi Bhisama Sabha Pandita. Ada juga yang langsung membayarkan dharma dananya pada hari itu juga. Diharapkan dari peserta yang hadir dapat menyampaikan kewajiban berdharma dana ini kepada umat Hindu yang lain di daerah masing-masing. Hasil seminar ini akan diperbanyak dan disebar ke PHDI di seluruh propinsi di Indonesia.

1 Comment

  1. wayan sujarno
    30 March 2014 at 11:49 PM

    sudah lama saya pernah membaca tentang hal ini, tapi belum tersosialisai hingga ke tingkat bawah. Bahkan PHDI kabupaten pun belum pernah menyampaikan hal ini, sebagai mana umumnya umat sangat patuh pada instruksi dari PHDI

    Reply »

Leave a Comment

We would be glad to get your feedback. Take a moment to comment and tell us what you think.

three × three =